BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Setelah Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) melakukan addendum, karena banyak SD dan SMP di daerah tidak tercover, ahirnya pelajar Bondowoso banyak yang lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan, Taufan Restuanto mengatakan kepada sejumlah wartawan, bahwa siswa-siswi Bondowoso tingkat SD dan SMP berhasil melaju ke tingkat provinsi di berbagai mata pelajaran.
“Untuk jenjang SMP, 12 siswa lolos mata pelajaran IPA, 16 siswa Matematika, dan 17 siswa IPS. Sementara jenjang SD, 21 siswa lolos bidang IPA, 21 siswa bidang IPS, dan 27 siswa bidang Matematika,” jelasnya.
Setelah, lanjutnya, pihaknya melihat pengumuman yang disampaikan oleh Pusat Prestasi Nasional, peserta OSN dari Bondowoso sebanyak 31 murid SD dan SMP, berhasil lolos ke tingkat provinsi Jatim.
Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran dari wali murid peserta OSN dan masyarakat, yang sebelumnya dikabarkan, peserta dari Bondowoso didiskualifikasi oleh Panitia.
Ini membuktikan bahwa kekhawatiran tersebut, bahwa Dinas Pendidikan tidak professional mendaftarkan peserta OSN ke Puspresmas, tiadk benar. Apalagi pihaknya dituduh telah merampas hak anak untuk berkembang, juga tidak terbukti.
“Murid-murid kita, baik SD maupun SMP, masih memiliki kesempatan untuk mengikuti OSN tingkat provinsi,” tegasnya. Dinas Pendidikan, kini mulai mempersiapkan pelaksanaan OSN tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 20-23 Juli 2026.
Seluruh teknis dilakukan secara cermat agar pelaksanaan berjalan lancar, mulai dari kesiapan jaringan internet hingga pasokan listrik. Dinas Pendidikan akan melaksanakan sebaik mungkin. Berkoordinasi dengan penyedia jaringan internet agar tidak terjadi gangguan atau lag, serta berkoordinasi dengan PLN supaya pasokan listrik benar-benar terjamin.
Lokasi pelaksanaan, Disdik berencana memusatkan peserta jenjang SD di Kantor Dinas Pendidikan, sedangkan jenjang SMP kemungkinan akan ditempatkan di SMP Negeri 1 Bondowoso karena dinilai memiliki sarana yang paling memadai. (Syamsul Arifin/Bernas)












