Rekomendasi 12 game anak yang edukatif dan cocok untuk semua usia



Jakarta (ANTARA) – Bermain game telah menjadi salah satu aktivitas yang akrab dengan kehidupan anak-anak. Mulai dari smartphone, tablet, komputer, hingga konsol game, berbagai perangkat kini menjadi media hiburan sekaligus sarana belajar yang menarik bagi si kecil.

Meski demikian, tidak semua game cocok dimainkan anak-anak. Orang tua perlu lebih selektif dalam memilih permainan agar sesuai dengan usia, aman dari konten yang tidak pantas, serta mampu memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak.

Saat ini banyak game yang dirancang khusus untuk anak dengan konsep edukatif. Selain menghibur, permainan tersebut juga dapat melatih kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, koordinasi motorik, hingga mengembangkan imajinasi.

Berikut rekomendasi 12 game ramah anak yang seru sekaligus edukatif.

1. Minecraft

Minecraft menjadi salah satu game paling populer di dunia dan banyak dimainkan oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak.

Dalam mode Creative, anak dapat membangun rumah, kota, hingga berbagai bangunan sesuai imajinasi menggunakan balok-balok virtual tanpa harus menghadapi serangan monster.

Permainan ini membantu melatih kreativitas, kemampuan berpikir logis, perencanaan, serta pemecahan masalah.

2. Baby Panda’s Body Adventure

Game edukatif ini mengajak anak mengenal tubuh manusia melalui petualangan seekor panda lucu.

Berbagai mini game yang tersedia memperkenalkan organ-organ tubuh beserta fungsinya dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga cocok dimainkan oleh balita maupun anak usia dini.

Baca juga: Pengembang gim Fortnite olah ulang cuplikan film “Obsession”

3. Super Mario Odyssey

Super Mario Odyssey menghadirkan petualangan penuh warna bersama Mario yang menjelajahi berbagai dunia untuk menyelamatkan Putri Peach.

Gameplay yang sederhana, karakter yang menggemaskan, serta tantangan yang tidak terlalu sulit membuat game ini cocok dimainkan anak-anak.

Selain menghibur, permainan ini juga melatih koordinasi tangan dan mata serta kemampuan memecahkan tantangan.

4. Animal Crossing: New Horizons

Animal Crossing: New Horizons menawarkan pengalaman bermain yang santai tanpa tekanan.

Anak-anak dapat membangun pulau impian mereka, mendekorasi rumah, memancing, menangkap serangga, berkebun, hingga berteman dengan karakter-karakter lucu.

Karena tidak mengandung unsur kekerasan, game ini menjadi salah satu pilihan terbaik bagi anak-anak yang menyukai permainan simulasi.

5. Lego City Undercover

Game ini menghadirkan dunia Lego dalam bentuk digital yang penuh warna dan humor.

Pemain berperan sebagai polisi yang bertugas menangkap penjahat, memecahkan teka-teki, serta menjelajahi kota yang luas.

Selain menyenangkan, Lego City Undercover juga mengajarkan pentingnya kerja sama, keberanian, dan membantu sesama.

Baca juga: PUBG Mobile hadirkan kolaborasi dengan “Spider-Man: Brand New Day”

6. Toca Life World

Toca Life World merupakan game simulasi yang sangat mengandalkan kreativitas anak.

Pemain bebas menciptakan karakter, membangun dunia sendiri, serta membuat berbagai cerita sesuai imajinasi.

Tidak ada aturan khusus dalam permainan ini sehingga anak dapat bereksplorasi secara bebas sambil mengembangkan kemampuan bercerita dan berimajinasi.

7. My Chicken Virtual Pet Game

Bagi anak yang menyukai hewan, My Chicken Virtual Pet Game bisa menjadi pilihan menarik.

Dalam game ini, anak belajar merawat ayam peliharaan virtual dengan memberi makan, membersihkan kandang, hingga menjaga kesehatannya.

Selain itu, tersedia berbagai mini game dan aktivitas berkebun yang membuat permainan menjadi lebih edukatif.

8. Pokémon Let’s Go Pikachu/Eevee

Seri Pokémon selalu menjadi favorit anak-anak.

Versi Let’s Go Pikachu dan Let’s Go Eevee dirancang lebih sederhana sehingga mudah dimainkan oleh pemula.

Anak dapat menangkap Pokémon, menjelajahi berbagai wilayah, bertemu karakter baru, dan bertarung dengan pelatih lain dalam pertarungan yang ringan tanpa unsur kekerasan berlebihan.

Game ini juga mengajarkan nilai persahabatan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.

Baca juga: Gim Xbox 360 dikabarkan akan bisa dimainkan lewat PC

9. Monument Valley

Monument Valley menawarkan pengalaman bermain yang menenangkan melalui teka-teki dengan desain visual yang artistik.

Pemain membantu karakter utama melewati berbagai bangunan unik yang dipenuhi ilusi optik.

Permainan ini dapat melatih kemampuan berpikir logis, konsentrasi, serta kreativitas dalam menyelesaikan masalah.

10. Puzzle Kids – Animals Shapes and Jigsaw Puzzle

Game ini dirancang khusus untuk balita dan anak usia dini yang sedang belajar mengenali bentuk serta melatih kemampuan motorik.

Anak dapat menyusun puzzle sederhana bergambar hewan dan berbagai objek menarik.

Selain puzzle, tersedia pula mini game edukatif yang mudah dimainkan sehingga membantu meningkatkan koordinasi dan kemampuan mengenali bentuk.

11. Cooking Mama: Let’s Cook!

Cooking Mama menjadi salah satu game simulasi memasak yang telah populer selama bertahun-tahun.

Dalam permainan ini, anak mengikuti langkah-langkah memasak berbagai menu, mulai dari menyiapkan bahan hingga menyajikan makanan.

Game ini dapat membantu mengenalkan proses memasak, mengikuti instruksi, serta melatih ketelitian dengan cara yang menyenangkan.

Baca juga: Minecraft akan dirilis untuk Nintendo Switch 2 pada 27 Oktober

12. Just Dance

Just Dance cocok bagi anak-anak yang aktif dan gemar bergerak.

Pemain diminta mengikuti gerakan tari sesuai irama musik yang ditampilkan di layar.

Selain menjadi hiburan, permainan ini juga membantu meningkatkan aktivitas fisik, koordinasi tubuh, keseimbangan, serta dapat menjadi sarana berkumpul bersama keluarga.

Tips memilih game yang aman untuk anak

Sebelum mengizinkan anak bermain game, orang tua sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilih game yang sesuai dengan usia anak berdasarkan klasifikasi umur.
  • Hindari game yang mengandung kekerasan berlebihan atau konten yang tidak sesuai.
  • Utamakan permainan yang memiliki nilai edukatif dan dapat mengembangkan kreativitas.
  • Dampingi anak saat bermain, terutama pada usia dini.
  • Batasi waktu bermain agar anak tetap memiliki waktu untuk belajar, beraktivitas fisik, dan berinteraksi dengan keluarga maupun teman.

Game tidak selalu memberikan dampak negatif bagi anak. Jika dipilih dengan tepat, permainan digital justru dapat menjadi media belajar yang menyenangkan sekaligus membantu mengembangkan berbagai keterampilan, seperti kreativitas, kemampuan berpikir kritis, logika, hingga koordinasi motorik.

Meski demikian, peran orang tua tetap sangat penting dalam memilih game yang sesuai dengan usia anak, mendampingi selama bermain, serta membatasi durasi penggunaan gadget. Dengan begitu, anak dapat menikmati hiburan digital secara aman, sehat, dan tetap bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.

Baca juga: Orang tua dan anak bisa bermain Roblox bersama lewat fitur Family Zone

Baca juga: Roblox pastikan orang tua tetap pegang kendali pada fitur Family Zone

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *