BeritaNasional.id, SURABAYA – Rencana aksi penyampaian aspirasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara PT Sinergi Gula Nusantara (SPBUN SGN) di Jakarta akhirnya dibatalkan setelah manajemen holding merespons tuntutan karyawan.
Sebelumnya, aspirasi SPBUN SGN terkait bonus, apresiasi karyawan, serta harmonisasi remunerasi sempat disampaikan melalui surat resmi tertanggal 11 Juli 2026. Aspirasi tersebut kemudian difasilitasi oleh anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, hingga mendapat tanggapan dari direksi.
Manajemen PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dalam surat balasannya menyatakan memahami aspirasi pekerja sebagai bagian dari dinamika hubungan industrial dan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan serta keberlangsungan perusahaan.
“Hal tersebut akan menjadi perhatian dan bahan pembahasan lebih lanjut dengan tetap memperhatikan prinsip keadilan, keberlanjutan, serta kemampuan perusahaan,” tulis manajemen dalam keterangan resminya.
Meski demikian, Ketua SPBUN SGN sempat menilai jawaban tersebut masih belum memberikan kepastian karena belum disertai bukti tertulis terkait realisasi apresiasi bagi karyawan.
Namun, perkembangan signifikan terjadi dalam rapat yang digelar pada 26 Juli 2026 di Kantor SGN. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengurus SPBUN SGN, Direktur Utama SGN, serta Direktur SDM dan TI.
Dalam rapat itu, manajemen menyetujui sejumlah poin penting, di antaranya:
1. Pemberian panjar insentif kinerja tahun 2026 sebesar 0,9 kali take home pay (THP) kepada seluruh karyawan.
2. Insentif akan dibayarkan pada minggu pertama September 2026, menyesuaikan kinerja perusahaan.
3. Pakaian dinas tahun 2026 diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp500.000 per stel, paling lambat 31 Juli 2026.
4. Percepatan harmonisasi remunerasi yang direncanakan mulai dibayarkan pada gaji Agustus 2026.
Sekretaris Jenderal SPBUN SGN, Novian Maulana, menyampaikan bahwa dengan disepakatinya tuntutan tersebut, rencana aksi damai yang sebelumnya dijadwalkan pada 28 Juli 2026 di Jakarta resmi dibatalkan.
“Dengan adanya kesepakatan ini, kami sepakat untuk tidak melanjutkan aksi. Kami akan terus mengawal realisasinya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung proses penyelesaian aspirasi tersebut, termasuk anggota DPR RI Nasim Khan.
“Terima kasih atas supportnya Bang Nasim, Alhamdulillah,” Pungkasnya.












