Berita  

Bupati Diminta Inventarisir ASN Guru Pembangkang – BeritaNasional.ID


BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahed, MAg selalu mengingatkan dalam berbagai kesempatan, bahwa Pilbup sudah selesai. Tidak ada lagi kubu 01 dan 02. Kini kubu tersebut sudah melebur menjadi kubu Warga Bondowoso.

“Mari kita bersama-sama membangun Bondowoso tanpa harus melihat siapa mendukung siapa. Tapi harus berpandangan jauh ke depan, pendukung siapapun kini sudah menjadi bagian dari suksesnya pembangunan di Bondowoso,” jelasnya.

Namun demikian, masih saja ada segelintir Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merasa sakit hati karena jagoannya kalah bertanding. Kerikil-kerikil kecil ini sangat berbahaya kalau dibiarkan begitu saja, tanpa ada sanski.

Oleh karena itu, Ketua PD PGRI Kabupaten Bondowoso, Dr. Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM meminta kepada Bupati agar menginventarisir, terutama ASN guru yang masih melakukan pembangkangan.

Untuk diberi pembinaan agar tidak sesat dalam menjalankan tugasnya. “Seluruh ASN adalah staf Bupati, mulai dari staf terbawah hingga pejabat eselon 2. Maka sudah seharusnya, mereka tunduk dan patuh pada Bupati, tidak boleh membangkang,” kata Sugiono, sapaannya.

Dalam SK Bupati nomor 100.3.3.2/115/430.4.2/2025 tentang Pelaksanaan Tugas Dari Rumah Dan/Atau Lokasi Lain Pada Bulan Ramadhan Tahun 1446H/2025M Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso sudah jelas.

“SK tersebut menyebutkan, pada tanggal 21 sampai 27 Maret dan 8 April 2025, Guru dan Tenaga Kependidikan melaksanakan tugas dari rumah (Work From Home/WFH) dan/atau lokasi lain (Work From Anywhere/WFA),” jelasnya.

Tapi, lanjutnya, K3S Wringin mengirim pesan lewat Group WhattAps Kepala Sekolah, bahwa SK tersebut hanya ditujukan untuk murid dan tidak berlaku bagi guru. Artinya pada tanggal 21 sampai 27 Maret dan 8 April 2025 yang libur hanya murid sedangkan guru masuk sebagaimana biasa.

Ini kan namanya pembangkangan dan harus mendapat sanksi. Tapi yang harus dicermati, siapa dibelakang K3S Wringin ini. Tidak mungkin sekelas KS berani membangkang Bupati tanpa ada yang menggerakkan. (Syamsul Arifin/Bernas)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *